Perihal Serangan Abrahah (Pasukan Gajah) ke Baitullah dan Allah Menggagalkannya (1)

Al-Aswad bin Maqsud Menyerang Makkah

Tiba di Al-Muhammis, Abrahah mengutus salah seorang Habasyah, Al-Aswad bin Maqsud dengan pasukan berkudanya terus berjalan hingga tiba di Makkah. Kekayaan Makkah milik orang-orang Quraisy dan selain orang-orang Quraisy diserahkan kepadanya, teramsuk dua ratus ekor unta milik Abdul Muththalib. Ketika itu, Abdul Muththalib adalah pemimpin dan tokoh orang-orang Quraisy. Karena kejadian tersebut, orang-orang Quraisy, Kinanah, Hudzail, dan semua pihak yang berada di tanah suci ingin memerangi Abrahah. Namun karena mereka mengetahui tidak sanggup menghadapinya, mereka mengurungkan maksud tersebut.

Utusan Abrahah ke Makkah

Abrahah mengutus Hanathah Al-Himyari pergi Makkah, dan berkata kepadanya, “Tanyakan siapa pemimpin dan tokoh negeri ini, kemudian katakan kepada pemimpin tersebut, bahwa sesungguhnya raja (Abrahah) berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya kami datang ke tempat kalian tidak dengan maksud memerangi kalian. Kami datang untuk menghancurkan rumah ini (Ka’bah). Jika kalian tidak menghalang-halangi kami dengan mengumumkan perang melawan kami, kami tidak butuh darah kalian. Sebaliknya, jika pemimpin tersebut bermaksud memerangiku, maka bawa dia kepadaku.”

Tiba di Makkah, Hanathah menanyakan siapa pemimpin orang-orang Quraisy, kemudian dikatakan kepadanya, bahwa pemimpin orang-orang Quraisy adalah Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai.

Kemudian Hanathah menemui Abdul Muththalib dan menjelaskan kepadanya apa yang diperintahkan Abrahah. Abdul Muththalib berkata kepada Hanathah, “Demi Allah, kami tidak ada maksud untuk memerangimu, karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk itu. Rumah ini (Ka’bah) adalah Rumah Allah yang suci dan rumah kekasih-Nya, Ibrahim Alaihis-Salam—atau seperti yang dikatakan Abdul Muththalib. Jika Allah melindunginya, itu karena Ka’bah adalah Rumah-Nya dan rumah suci-Nya. Jika Allah tidak melindunginya, demi Allah, kami tidak mempunyai kekuatan untuk melindunginya. ” Hanathah berkata kepada Abdul Muththalib, “Mari ikut aku, karena aku diperintahkan pulang membawamu.”

Pertemuan Abdul Muththalib dengan Abrahah

Kemudian Abdul Muththalib dangan dikawal sebagian anak-anaknya pergi bersama Hanathah. Tiba di barak Abrahah, Abdul Muththalib menanyakan Dzu Nafr, karena ia sahabatnya. Ketika berjumpa dengan Dzu Nafr di penahanannya, Abdul Muththalib berkata kepada Dzu Nafr, “Wahai Dzu Nafr, apakah engkau mempunyai kekuatan untuk mengatasi musibah yang menimpa kita?” Dzu Nafr berkata, “Apalah artinya kekuatan tawanan raja? Ia menunggu kapan dibunuh, pagi hari atau sore hari? Aku tidak mempunyai kekuatan sedikit pun untuk mengatasi musibah yang menimpamu. Namun Unais, pengendali unta adalah sahabat karibku. Aku akan datang kepadanya kemudian aku perintahkan dia untuk berbuat baik kepadamu, menjelaskan kepadanya bahwa hakmu amat besar, dan memintanya mempertemukanmu dengan Raja Abrahah, kemudian engkau berkata kepadanya apa saja yang engkau inginkan, serta membelamu dengan baik di sisinya, jika ia mampu melakukannya.”

Abdul Muththalib berkata, “Itu sudah cukup bagiku.” Kemudian Dzu Nafr menemui Unais, dan berkata kepadanya, “Sesungguhnya Abdul Muththalib adalah pemimpin orang-orang Quraisy, dan pemilik rombongan dagang Makkah. Ia memberi makan orang-orang di dataran rendah, dan binatang buas di puncak gunung. Sungguh, Raja Abrahah telah mengambil dua ratus ekor untanya. Oleh karena itu, mintakan izin untuknya agar ia bisa bertemu dengan Raja Abrahah, dan berilah pembelaan kepadanya sesuai dengan kemampuanmu!” Unais berkata, “Itu akan aku kerjakan.”

Unais Memintakan lzin bagi Abdul Muththalib kepada Abrahah

Kemudian Unais berbicara kepada Abrahah. Ia berkata kepadanya, “paduka raja, sesungguhnya pemimpin Quraisy sedang berada di pintumu untuk meminta izin bertemu denganmu. Ia pemilik rombongan dagang Makkah, memberi makan orang-orang di dataran rendah, dan binatang buas di puncak gunung. Izinkan dia masuk agar ia bisa mengutarakan maksudnya kepadamu!” Abrahah mengizinkan Abdul Muththalib masuk kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s