TABIAT

Orang-orang lemah selalu menjadi musuh bagi orang-orang kuat, orang-orang bodoh musuh bagi orang-orang bijak, dan orang-orang jahat musuh bagi orang-orang baik. Barangsiapa yang membiasakan sesuatu pada dirinya secara diam-diam dan dalam kesendiriannya, maka kebiasaan itu pasti akan menyingkapkan dirinya secara terang-terangan. Kebiasaan buruk merupakan persembunyian yang tidak aman.

Dermawan, malu, jujur, menyampaikan amanah, rendah hati, cemburu, berani, murah hati, sabar dan syukur merupakan sepuluh budi pekerti mulia. Tidak diketahui orang pemberani kecuali dalam situasi perang, tidak diketahui orang yang penyabar kecuali ketika sedang marah, tidak diketahui sebagai teman ketika teman sedang membutuhkannya. Ketakwaan adalah akhlak yang utama, dan akhlak yang baik adalah sebaik-baik teman.

Ridho-lah terhadap perlakuan orang-orang kepada kita, sebagaimana layaknya perlakuan kita kepada mereka. Kasihanilah orang-orang fakir yang sedikit kesabarannya. Kasihanilah orang-orang kaya yang sedikit syukurnya dan kasihanilah keduanya karena lamanya kelalaian mereka.

Jika sesuatu harus dipisah-pisahkan, maka dusta tetap bersama takut, kejujuran bersama keberanian, kenyamanan bersama keputus asaan, kelelahan bersama ketamakan, kehinaan bersama hutang. Sekaya-kaya orang adalah yang tidak tertawan oleh ketamakan dan sebaik-baik   kawan  adalah  yang  tidak menyulitkan kawan-kawannya.

Kesantunan adalah perangai yang utama, maka tutupilah kekurangan perangai dengan kesantunan, dan perangilah nafsu dengan akal. Seandainya kita bukan orang yang santun, maka jadikanlah diri kita seperti orang santun, sebab siapa yang menyerupai suatu kaum, maka hampir-hampir dia termasuk golongan mereka.

Orang yang paling utama maafnya adalah orang yang paling kuasa membalas. Maafkanlah kezaliman orang yang khilaf dan jangan mengadukan kesalahan siapapun kecuali memohonkan ampunan kepada-Nya. Maaf hanya diberikan kepada orang yang mengakui kesalahan bukan orang yang terus-menerus melakukan kesalahan dan jangan mempermalu kan orang yang memohon maaf dengan mencelanya. Permintaan maaf menjadi rusak ditangan seorang yang tercela, sama dengan baiknya ia ditangan orang yang mulia.

Jika ingin bersahabat ujilah ia dengan kemarahan, maka jika ia tetap berlaku adil dalam kemarahannya, ia adalah sahabat sejati, jika tidak demikian tinggalkan. Jika demikian alat atau sarana kepemimpinan perangai adalah kelapangan dada. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri [17:Al Israa’:7]

Sesungguhnya  manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (*)Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (*)Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir [70:Al Ma’aarij:19~21]

Maka apakah mereka tidak berjalan dimuka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?, karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang didalam dada [22:Al Hajj:46]

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (dijalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa’at [02:Al Baqarah:254]

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat [11:Huud:114]

Tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [33:Al Ahzab:5]

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh [07:Al A’raaf:119]

Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum  yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) [49:Al Hujuraat:11]

Orang-orang yang menahan  amarahnya  dan  memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan [03:Al Imran:134]

Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT tidak mengambil ilmu Islam itu dengan cara mencabutnya dari manusia. Sebaliknya Allah SWT mengambilnya dengan mengambil para ulama hingga tidak tertinggal walaupun seorang. Manusia mengangkat orang jahil menjadi  pemimpin, menyebabkan apabila mereka ditanya mereka memberi fatwa tanpa mengikuti kepada ilmu pengetahuan. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain pula [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Ada tiga perkara yang menyelamatkan. yaitu: takut kepada Allah dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, bersikap adil, baik dalam keadaan ridho atau keadaan marah, baik dalam keadaan miskin maupun kaya [HR. Abusy Syekh]

Rasulullah Saw bersabda: Taat ialah ber-akhlak baik, dosa ialah hal-hal yang terbetik didalam hatimu tetapi engkau tidak senang bila hal itu ditampakkan kepada orang lain [HR. Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Seorang mukmin yang paling utama Islam-nya, ialah terselamatnya orang-orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya, orang mukmin yang paling utama iman-nya, ialah yang paling baik akhlaknya, muhajjir yang paling utama ialah yang menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah, jihad yang paling utama ialah jihad seseorang melawan hawa nafsunya [HR. Thabrani]

Rasulullah Saw bersabda: Ada dua macam akhlak yang disukai Allah, dan dua akhlak yang dibenci oleh-Nya. Adapun dua akhlak yang disukai adalah dermawan dan berani, akhlak yang tidak disukai adalah akhlak yang buruk dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka dia menjadikannya sebagai amil yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Permudahlah dan jangan terlalu berlebih-lebihan serta berusahalah melakukan yang benar. Setiap musibah yang menimpa orang-orang muslim adalah suatu pelebur kesalahan, biarpun hanya sekedar tertusuk duri [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya para Abdal (waliyullah yang selalu beribadah) dari umat-ku tidak akan masuk Surga karena amalnya, tetapi karena Rahmat Allah, karena kedermawanan, kebesaran jiwa dan belas kasihnya kepada segenap kaum muslimin [HR. Abud Dunya]

Rasulullah Saw bersabda: Bagi tiap-tiap sesuatu ada tiangnya, sedangkan tiang orang yang beriman itu adalah akalnya. Maka menurut kadar akalnya ibadahnya itu ada. Tidakkah kamu mendengar perkataan orang-orang yang zalim didalam Neraka: `Seandainya kami mendengar atau kami berpikir niscaya kami tidak menjadi penghuni Sa’ir (neraka)` [HR. Ibnul Mahbar]

Rasulullah Saw bersabda: Ada tiga perkara, barangsiapa ketiganya itu berada dalam dirinya niscya Allah menempatkannya dibawah naungan-Nya dan Dia mencurahkan rahmat kepadanya serta memasukkannya kedalam Surga-Nya, yaitu: `Seseorang apabila diberi ia bersyukur, Apabila mampu membalas ia memaafkan, Apabila marah sanggup menahan diri` [HR. Ibnu Hibban]

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa memendam atau menekan kemarahannya padahal ia mampu untuk melampiaskan nya, niscaya Allah memenuhi kalbunya dengan perasaan aman dan keimanan [HR. Abud Dunya]

Salah satu tanda kebesaran Allah adalah perbedaan sifat yang ada pada manusia dan karakter yang mereka miliki. Sayyidina Abu Bakar dengan kelembutan dan wataknya yang pengasih, telah memberikan manfaat bagi umat dan agama. Umar dengan sikapnya yang keras dan keteguhan nya telah membangkitkan Islam dan pemeluknya. Artinya, mereka menerima dengan penuh kerelaan yang ada pada diri mereka.

Keramahan budi pekerti dan kelapangan nurani adalah sebuah nikmat yang disegerakan dan kegembiraan yang dihadirkan bagi siapa saja yang dikehendaki untuk menjadi baik oleh-Nya. Sedangkan emosi yang berlebihan, mudah tersinggung dan amarah yang meledak-ledak adalah sebuah petaka yang terus menerus dan siksa yang abadi.

`Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar`(02:Al Baqarah:155). `Dan, sesungguhnya Kami telah mencoba orang-orang yang sebelum mereka`(29:Al Ankabuut:3). Tindakan yang  adil dari Allah, dimana Allah menyeleksi hamba-hamba-Nya dengan cobaan, dan selain itu Allah punya hak atas hamba-hamba-Nya untuk disembah pada masa sulit dan pada masa lapang. Alasan lainnya adalah Allah berhak menggilir keadaan sebagaimana Dia menggilir siang dan malam. Jika demikian kenyataannya, mengapa harus tidak menerima dan membangkang?.

Kebahagiaan bukanlah keberhasilan membahagiakan orang lain dengan mengorbankan kebahagiaan dan ketenangan diri sendiri. Adalah sangat tidak tepat jika orang lain dibuat bahagia sementara anda sendiri cemas, gelisah dan sedih. Didalam kegembiraan hati terdapat keteguhan pikiran, produktifitas yang tinggi. Dan siapa yang mengetahui cara memperoleh, merasakan dan menikmati kegembiraan, maka ia dapat memanfaatkan berbagai kenikmatan dan kemudahan hidup.

Adapun modal  utama untuk meraih kebahagiaan adalah kekuatan dan kemampuan diri untuk menanggung beban kehidupan, tidak mudah goyah oleh goncangan-goncangan, tidak gentar pada cobaan, tidak menyibukkan pada hal-hal yang sepele.

Semakin kuat dan jernih hati seseorang, maka akan makin bersinar pula jiwanya. Adalah mustahil didalam hati yang bersih masih terdapat rasa tidak menerima ketentuan-Nya. Semakin hamba itu ridho, semakin bersih hatinya. Kotoran hati, kebusukan dan tipu daya adalah kaitan dari sikap tidak menerima ketentuan-Nya. Sedangkan kebersihan, kelurusan dan kemuliaan hati adalah berkaitan dengan keridhoan.

Kedengkian adalah buah sikap dari tidak menerima, dan hati yang bersih dari unsur dengki adalah buah dari keridhoan. Di ibaratkan, Keridhoan adalah pohon yang baik, akarnya adalah keimanan, disirami dengan air keikhlasan dan ditanam dikebun tauhid, buahnya adalah amal saleh maka akan menghasilkan buah yang manis. (`Aidh Al-Qarni)

Orang yang berakal menjadikan agama sebagai syariatnya. Sabar dan tenang adalah tabiatnya, pandangan dan pikiran jernih menjadi pedoman hidupnya. Jika berbicara yang dibicarakan adalah kebenaran. Selalu membandingkan segala sesuatu dengan pengetahuan-Nya. Orang bodoh jika berbicara dari apa yang dilihat dan didengarnya, bila bercerita hanya menakut-nakuti dan bila mengemukakan pendapat, pendapatnya tidak berbobot. Orang yang durhaka bila diamati akan nyata kedurhakaannya, selalu memburuk-burukkan orang, tidak pandai bersyukur, tidak pandai menyimpan rahasia, tidak mengambil pelajaran dan hikmah dari sesuatu dan tidak mau mengerti pembicaraan orang lain, merasa hanya pembicaraannya yang harus didengar. (Pustaka)

Ketenangan bathin bagi manusia dapat menimbulkan sikap khusyu dalam ketaatan, kesadaran dalam beribadah, pengagungan terhadap-Nya. ia juga menampilkan sikap mawas diri, berperilaku baik dalam pergaulan dan ridho dengan ketentuan-Nya. ketenangan bathin menyebabkan orang mendahulukan hatinya daripada lidahnya dan segala apa yang akan diucapkan nya sudah dipertimbangkan. ketenangan bathin dapat mencegah orang dari perbudakan karena syahwat, amarah dan dendam, dia selalu tenang, berhati-hati dan tidak bertindak kecuali dengan kebijaksanaan dan tidak bergerak kecuali dengan cahaya petunjuk-Nya. (Pustaka)

Yang dinamakan orang yang menyambung persaudaraan itu, bukan orang yang menyambung persaudaraan kepada orang yang memang ingin menyambungnya dan memutuskan hubungan dengan orang yang memang akan memutuskan persaudaraan, akan tetapi orang yang menyambung persaudaraan adalah orang yang menyambung persaudaraan dengan orang yang ingin memutuskan hubungan dan bersikap lemah lembut terhadap orang yang berbuat kasar kepadanya. Yang dinamakan bertetangga yang baik bukan dengan tidak mengganggu tetangga, akan tetapi bersikap sabar terhadap gangguan tetangganya. (Pustaka)

Keberkahan ada ditangan orang yang lebih tua, hanya berlaku kepada tua-nya usia yang disandarkan kepada ketakwaan dengan taat dan rasa takut kepada-Nya. Berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, yaitu orang tua yang hatinya bersih dan hatinya berpaling dari selain Allah, yang mengamalkan ilmunya. Yang belajar dari Bapak Para Nabi yaitu Ibrahim a.s. Seorang Bapak yang penuh kelembutan, seorang Bapak yang penuh keikhlasan, seorang Bapak yang berani merenangi samudera cobaan-Nya. (Pustaka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s