SETAN

Allah telah menghinakan setan karena kesombongannya dengan melemparkannya keluar dari Surga-Nya dan merendahkannya karena ketakaburannya dan Dia telah menetapkan jahanam sebagai tempat kembalinya. Setan berdiri tegak dengan bendera-bendera kedengkian dan fitnah.

Jangan mencaci iblis ditengah orang banyak, sementara engkau bersahabat dengannya secara diam-diam. Penguasa yang zalim lebih baik daripada fitnah yang tiada terputus.

Jauhi kefanatikan sebagai seorang muslim, karena itu adalah bisikan, dorongan, bujukan dan hembusan setan pada hawa nafsu.

Jadilah dalam fitnah itu seperti anak unta, yang tidak memiliki punuk untuk ditunggangi. Allah menguji dengan harta dan anak-anak agar menjadi jelas siapa yang tidak menyukai rezeki-Nya dan siapa yang ridho dengan pembagian-Nya. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: `Sujudlah kamu kepada Adam`, maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir [02:Al Baqarah:34]

Allah berfirman: `Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) diwaktu aku menyuruhmu?`. Menjawab iblis: `Saya lebih baik dari padanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah` [07:Al A’raaf:12]

Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina” [07:AlA’raaf:13]

Sesungguhnya barangsiapa diantara mereka mengikuti kamu (iblis), benar-benar Aku akan mengisi Neraka jahannam dengan kamu semuanya [07:Al A’raaf:18]

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan  pasukanmu  yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka [17:Al Israa’:64]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup [02:Al Baqarah:217]

Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al-Qur’an) kepada kamu. Diantara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) Mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang Mutasyabihat untuk me nimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah [03:Al Imran:7]

Dan perangilah mereka (orang-orang kafir), supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah [08:Al Anfaal:39]

Rasulullah Saw bersabda: Janganlah kalian takabur, karena sifat takaburlah yang mendorong iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Janganlah kalian berkeinginan yang menggebu-gebu, karena sesungguhnya keinginan yang menggebu-gebulah yang mendorong Adam untuk memakan buah terlarang. Dan janganlah kalian dengki karena sesungguhnya ke-dua anak Adam (Qabil & Habil) seorang diantaranya membunuh yang lainnya karena terdorong oleh rasa dengki. Sesungguhnya semua sifat yang telah disebutkan tadi merupakan  pangkal setiap perbuatan dosa [HR. Ibnu Asakir]

Rasulullah Saw bersabda: Iblis berkata (memohon) kepada Tuhannya: `Dengan keagungan-Mu dan kemulian-Mu, saya senantiasa berusaha menyesatkan keturunan Adam selama roh-roh mereka masih dikandung badan`. Allah SWT berfirman: `Dengan keagungan-Ku dan kemulian-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka mau minta ampun kepada-Ku` [HR. Ahmad]

Rasulullah Saw bersabda: Iblis berkata: `Wahai Tuhan, tidak seorangpun dari makhluk-Mu kecuali Engkau jadikan baginya rezeki dan penghidupannya, maka apa rezeki saya?`. Allah menjawab: `Sesuatu yang tidak disebut nama Allah atasnya` [HR. Abu Nu’aim]

Rasulullah Saw bersabda: Banyak orang jahil yang rajin beribadah, dan banyak pula orang alim yang durhaka, karena itu hati-hatilah kalian terhadap orang-orang jahil yang ahli ibadah, dan orang-orang durhaka yang menjadi ulama [HR. Ad Dailami]

Rasulullah Saw bersabda: Kelak sesudahku, benar-benar umatku akan diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan gelapnya malam, dizaman itu seseorang dipagi hari dalam keadaan mukmin, kemudian disore harinya ia menjadi kafir, banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit [HR. Al Hakim]

Rasulullah Saw bersabda: Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah agama, karena sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan agama mudah, karena itu amalkanlah agama semampu kalian [HR. Abul Qasim]

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal ia benar, maka Allah membangunkan rumah untuknya diatas Surga [HR. Tirmidzi]

Rasulullah Saw bersabda: Akan terjadi berbagai fitnah, dimana pada ketika itu orang yang menjauhi fitnah lebih baik dari orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan, maka orang yang berjalan lebih baik dari orang yang melibatkan dirinya dengan fitnah tersebut, orang yang terlibat dengan fitnah tersebut akan mengalami kehancuran. Siapa yang menemui tempat berlindung maka hendaklah berlindung dari fitnah tersebut [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Tiada suatu pemberianpun yang dihadiahkan oleh orang tua terhadap anaknya, lebih utama daripada akhlak yang baik [HR. Al Hakim]

Orang yang memiliki hati seperti bunga karang, akan mudah menyerap semua isu-isu disekitarnya, termakan oleh masalah-masalah kecil, dan mudah terguncang karena peristiwa-peristiwa yang terjadi. Hati seperti ini mempunyai potensi yang besar mengalami kehancuran. Mereka yang berpegang pada prinsip yang benar, senantiasa bertambah keimanan mereka dengan nasehat-nasehat, sedangkan mereka yang berpegang  pada prinsip yang lemah akan semakin takut terhadap keguncangan.

Hati yang berani adalah hati yang tidak goyah oleh guncangan-guncangan bencana dan musibah. Seorang pemberani memiliki sikap yang teguh dan emosi yang terkendali, keyakinan yang teguh, dan memiliki kelapangan hati. Setan itu dapat mengalahkan umat manusia,  biasanya ketika manusia sedang tidak menerima dan dikuasai nafsunya. Pada saat inilah manusia menjadi perburuan setan. Ketika rasa tidak menerima itu sudah menguasainya maka dengan tanpa beban ia akan mengatakan, melakukan, dan meniatkan apa yang tidak diridhoi Rabb-nya.

Segalanya akan terasa lebih mudah jika menyadari adanya hikmah yang dirahasiakan oleh pembuat qadar dan menyadari bahwa pembuat qadar itu lebih mengetahui keadaan hamba-Nya dan apa saja yang bermanfaat baginya. Berpasrah diri untuk menunggu pahala yang besar dan ganjaran yang banyak, sebagaimana janji Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang sedang ditimpa musibah dan bersabar.

Menyadari bahwa keputusan dan semua permasalahan itu adalah wewenang mutlak Rabb, sedangkan wewenang hamba adalah berserah diri dan tunduk. Manusia yang paling sengsara adalah mereka yang menjalani kehidupan ini dengan hanya mengikuti hawa nafsu dan menuruti setiap dorongan emosi serta keinginan hatinya. Pada kondisi seperti ini, ia akan merasa setiap peristiwa menjadi sedemikian berat dan sangat membebani, seluruh sudut kehidupan menjadi semakin gelap gulita, kebencian, kedengkian serta dendam mudah bergolak didalam hatinya. Dan akibatnya, membuat ia hidup didalam dunia khayal dan ilusi. Ia memandang setiap hal di dunia ini adalah musuhnya, ia menjadi mudah curiga, selalu dibayangi rasa was-was bahwa dunia ini akan merenggut kebahagiannya.

Dudukkanlah hati pada kursinya niscaya kebanyakan hal yang dikhawatirkan tak akan pernah terjadi. Dan sebelum sesuatu yang anda cemaskan itu benar-benar terjadi, perkirakan apa yang paling buruk darinya, dan kemudian persiapkan diri untuk menghadapinya dengan hati tenang. Dengan demikian bayang-bayang yang menakutkan dapat dihindari. `Setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)`(06:Al An’aam:112). (`Aidh Al-Qarni)

Kemusyrikan dapat terjadi secara lahir dan bathin, secara lahir adalah penyembahan berhala, dan secara bathin adalah penyandaran dirimu kepada manusia dan memandang bahwa mereka akan dapat mendatangkan mudharat (bahaya) atau manfaat (keuntungan). (Pustaka)

Sesungguhnya sifat-sifat orang mukhlisin inilah yang membuat setan atau iblis mengeluh dan menyesali takdirnya : `Jika Tuhan mentakdirkan kejahatan itu terjadi pada manusia, itu karena manusia menginginkannya, maka aku hanya mengikuti hasratnya, tetapi bila kebaikan yang ditakdirkan Allah, maka aku tidak kuasa mengubahnya menjadi kejahatan, jadi apakah yang menjadi kekuasaanku terhadap kaum mukhlisin`. (Pustaka)

Setan membicarakan kebathilan melalui lidah-lidah mereka, berbuat kekotoran dengan anggota tubuh mereka. Benteng pertahanan adalah dengan menjauhi kedustaan, menghilangkan syirik dan memusnahkan kedengkian, agar meraka tidak merobek-robek hati dengan bisikan-bisikannya. (Pustaka)

Kesombongan telah mencegah iblis dan sifat-sifat buruk telah mengalahkannya untuk taat kepada perintah-Nya, lalu ia membangga-banggakan penciptaannya yang berasal dari api dan bersikap menghina ciptaan yang berasal dari tanah liat maka Allah memberi penundaan waktu kepada iblis sebagai penyempurnaan ujian bagi manusia. Iblis menjanjikan sesuatu yang menawan hati dalam menghadapi perburuan dunia, namun sesungguhnya ia hanya menerka-nerka tentang masa depan dengan dugaan-dugaan yang salah. Iblis adalah putera-putera kesombongan, saudara-saudara kepongahan dan pasukan-pasukan kebanggaan, sehingga orang-orang pendurhaka kepada Allah diantara kalian hanya tunduk dan taat kepada iblis, maka bersiaplah memasuki lubang api kehinaan dan badai api kebinasaan. (Pustaka)

Wahai hamba Allah, janganlah menyibukkan dirimu dengan selain dari perbaikan diri, agar tidak menjadi orang bingung dikegelapan, karena kegelapan yang dibisikkan setan akan terlihat sebagai sebuah keindahan.   Wahai   hamba   Allah,   Dia tidak akan  dapat ditipu tentang surga-Nya dan keridhoan-Nya tidak dapat diperoleh selain dengan ketaatan kepada-Nya. (Pustaka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s