SEDEKAH

Sebab diturunkan-Nya rezeki adalah dengan cara banyak bersedekah. Sedekah adalah obat yang manjur, pemelihara iman. Dan jika jatuh miskin, maka berniagalah dengan Allah dengan bersedekah. Kebaikan akan selalu berada dalam penghadapan kepada-Ku, sementara keburukan berada ketika berpaling dari-Ku. Setiap amal yang diharapkan gantinya, maka ia adalah milikmu. Jika beramal dan mengharapkan imbalan-Ku, maka balasan-Ku ada pada makhluk-Ku. Dan jika beramal demi Dzat-Ku maka balasan-Ku adalah kedekatan dengan-Ku. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dalam naungan sedekahnya [HR. Thabrani]

Rasulullah Saw bersabda: Peliharalah harta kalian dengan membayar zakat, obatilah orang-orang yang sakit dengan banyak sedekah, dan bersiap-siaplah kalian dengan cara berdoa untuk menghadapi cobaan [HR. Bukhari]

Rasulullah Saw bersabda: Maka hendaklah salah seorang dari kalian sungguh-sungguh takut (kepada) Neraka, walaupun dengan bersedekah separuh kurma, jika tidak mempunyai maka bersedekahlah dengan ucapan (kata-kata) yang bagus [HR. Bukhari]

Rasulullah Saw bersabda: Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah, perintahmu pada perkara yang ma’ruf dan laranganmu terhadap perkara yang mungkar adalah sedekah [HR. Bukhari].

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan sipenerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya  karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir [02:Al Baqarah:264]

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan [02:Al Baqarah:271]

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakan (pembayarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak [57:Al Hadiid:18]

Islam menyeru kepada para pemeluknya untuk mencari harta dengan cara yang baik, mengumpulkan harta dengan cara yang wajar dan membelanjakannya pada hal-hal yang mulia, agar terangkat menjadi mulia karena hartanya. Satu hal yang menyebabkan kegusaran dan keresahan adalah banyaknya hutang atau kefakiran yang berkepanjangan dan menghancurkan. `Apakah kalian hanya menunggu kekayaan yang membuat kecongkakan atau kefakiran yang menjadikan lupa (kepada Allah)` (Al Hadits). Anda harus merasa cukup dengan terpenuhinya kebutuhan yang tidak mengharuskan meminta-minta dari orang lain. Anda harus menjadi orang yang mulia dengan yang ada pada anda. `Dan, barangsiapa merasa cukup dengan apa yang Allah berikan maka Allah akan mencukupkannya` (Al Hadits). Melakukan kebaikan termasuk dalam hal-hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan menghilangkan keresahan. Melakukan kebaikan dapat berupa sedekah, berbuat kebajikan, dan memberikan sesuatu yang baik kepada sesama. Semua ini merupakan satu dari sekian banyak hal yang mampu mendatangkan kelapangan dada.

`Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (dijalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah kami berikan kepadamu` (02:Al Baqarah:254). Rasulullah menggambarkan orang yang kikir dan orang yang dermawan itu dengan dua orang yang masing-masing memiliki jubah. Orang yang dermawan terus menerus memberi dan menginfakkan hartanya, sehingga jubah yang dia pakai terus melebar. Sementara itu orang yang kikir terlalu kuat memegang hartanya dan semakin berkurang sehingga menyempit hingga jiwanya tersendat.

`Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhoan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak didataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat` (02:Al Baqarah:265). `Dan    janganlah   kamu   jadikan     tanganmu terbelenggu pada lehermu` (17:Al Israa’:29). Belenggu yang mengikat jiwa adalah bagian dari belenggu yang mengikat tangan. Orang-orang yang kikir adalah orang yang paling sesak dadanya dan sempit akhlaknya. Seandainya mereka sadar bahwa apa yang mereka berikan kepada orang lain akan mendatangkan kebahagiaan, niscaya mereka akan berebut untuk melakukan kebaikan ini.

`Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu` (64:At Taghaabun:17). `Dan, siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung` (59:Al Hasyr:9). (`Aidh Al-Qarni)

Jangan lari dari-Ku karena kemiskinan, karena Aku menghendakimu hanya untuk dirimu. Orang yang cinta kepada-Ku adalah orang yang mendapatkan nikmat jika mendapat cobaan-Ku. Dan menyibukkan diri dengan berdzikir kepada-Ku, bukan dengan memohon kepada-Ku. Betapa beruntung engkau yang   mengetahui  apa   yang  Aku   katakan  dan  engkau  mempercayai-Ku. Betapa beruntung engkau yang mengamalkan dan mengikhlaskannya. Betapa beruntung engkau yang melakukan amal dengan tanganmu, lalu amal itu mendekatkanmu kepada-Ku. (Pustaka)

Kalau bukan karena kikir dan ketamakan orang-orang kaya dalam menumpuk harta dan tidak memperdulikan hak orang lain dalam hartanya sampai ketangan fakir miskin, tentu tidak akan ada dimuka bumi ini para perampok, pencuri dan pembunuh. Dan segala sesuatu yang telah diambil oleh mereka tiada lain hanyalah merebut apa-apa yang seharusnya memang keluar dari bagian hartanya. Jika hartanya dizakati, kasih sayang dicurahkan kepada fakir miskin, tentu mereka tidak akan merebut dengan cara paksa. (Pustaka)

Orang yang faham akan makna kekayaan adalah orang yang tidak pernah takut akan kemiskinan dan milik kita yang hakiki adalah apa yang kita berikan kepada orang lain, karena kenikmatan yang kita nikmati saat ini adalah sebab dari apa yang telah kita berikan kepada orang lain. (Pustaka)

Orang asing adalah apabila dicari oleh makhluk di dunia, tidak ditemukan. Bila dicari oleh Malaikat Malik di neraka, tidak ditemukan. Bila dicari oleh Malaikat Ridwan di surga tidak ditemukan. Sesungguhnya mereka berada disisi Allah. Itulah orang-orang miskin yang terasing  di dunia dan menjadi teman duduk Allah Azza wa Jalla. (Pustaka)

Janganlah takjub kepada orang yang tidak meletakkan sesuatu didalam kantungnya, namun saat tangannya dikeluarkan dari kantungnya dia dapat mengeluarkan sesuatu dari  kantungnya,  tetapi  takjublah kepada orang yang meletakkan sesuatu dikantungnya, namun pada saat dia memasukkan tangan kedalam kantungnya dia tidak menemukan sesuatu apapun. (Pustaka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s