RAHMAT ALLAH

Rahmat adalah keluarga Allah, dan orang yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling menyayangi keluarga-Nya. Dia-lah yang rahmat-Nya luas terhadap wali-wali-Nya dalam kekerasan murka-Nya dan yang murka-Nya sangat keras terhadap musuh-musuh-Nya dalam keluasan rahmat-Nya.

Sayangilah orang-orang yang lemah, karena kasih sayang terhadap kaum yang lemah adalah penyebab datangnya rahmat-Nya. Kasih sayang akan menumpulkan tajamnya pertentangan. Berbuat baiklah terhadap keturunan orang lain, niscaya akan terpelihara keturunanmu. Tidak ada kehidupan bagi orang yang tidak mempunyai kelemah lembutan.

Kasihanilah orang yang lemah yang berada didalam kekuasaan orang yang zalim. Kasihanilah orang pandai yang diperlakukan seperti orang bodoh. Kasihanilah kaum yang mulia butuh kepada kaum yang hina. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu [04:An Nisaa’:1]

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada  kekhawatiran  terhadap  mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.  (*)(yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (*)bagi mereka berita gembira didalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. yang demikian itu adalah kemenangan yang besar [10:Yunus:62~64]

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridho terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung [58:Al Mujaadalah:22]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang [19:Maryam:96]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu [03:Al Imran:159]

Musa berkata  kepada  kaumnya: `Mohonlah  pertolongan kepada Allah dan bersabarlah, sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah, dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa` [07:Al A’raaf:128]

Rasulullah Saw bersabda: `Demi Dzat yang diriku berada dalam genggaman-NYA, sesungguhnya Allah tidak akan menurunkan Rahmat-NYA, kecuali kepada orang yang Rahiim (belas kasih)`, para sahabat berkata: `Kami sudah berbelas kasih, ya Rasullullah`. Beliau menjawab: `Bukan berbelas kasih sayang kepada diri dan anak isteri secara khusus, tetapi berbelas kasih kepada segenap kaum muslimin` [HR. Abu Ya’la]

Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT menjadikan rahmat sebanyak seratus bagian. Dia menahan disisi-Nya sebanyak sembilan puluh sembilan dan diturunkan ke bumi hanya satu bagian. Dari satu bagian inilah seluruh makhluk saling kasih mengasihi antara satu sama lain, hingga binatang mengangkat kaki dari anaknya takut terinjak atau menyakiti anaknya [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT akan menanyakan kepada setiap penggembala tentang apa yang telah digembalakannya, apakah memeliharanya atau menyia-nyiakannya, hingga seorang laki-laki di tanyakan mengenai keluarganya [HR. Ibnu Hibban]

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT sedikitpun tidak akan berbuat aniaya terhadap kebaikan orang mukmin. Pahalanya akan diberikan sewaktu ia di dunia dan di akhirat kelak ia akan mendapatkannya. Adapun orang kafir hanya mendapatkannya di dunia saja, sedangkan di akhirat ia takkan mendapatkan apa-apa dari kebaikannya [HR. Ahmad]

Rasulullah Saw bersabda: Perbanyaklah berbuat baik agar orang-orang mendoakan kebaikan untukmu, karena sesungguhnya seorang hamba itu tidak mengetahui, melalui lisan siapakah doanya dikabulkan atau ia diberi rahmat [HR. Al Khatib]

Rasulullah Saw bersabda: Ada tiga perkara, barangsiapa ketiganya itu berada dalam dirinya niscya Allah menempatkannya dibawah naungan-Nya dan Dia mencurahkan rahmat kepadanya, serta memasukkannya kedalam Surga-Nya, yaitu: seseorang apabila diberi ia bersyukur, apabila mampu membalas ia memaafkan, apabila marah sanggup menahan diri [HR. Ibnu Hibban]

Rasulullah Saw bersabda: Ada empat perkara, barangsiapa dalam dirinya terdapat ke-empat-nya, niscaya Allah menyelimutinya dengan rahmat-Nya dan akan memasukkannya ke dalam Surga, yaitu: memberi tempat berteduh kepada orang miskin, belas kasihan pada orang yang lemah, lemah lembut terhadap hamba sahaja, menafkahi ke-dua orang tuanya [HR. Al Hakim]

Rasulullah Saw bersabda: `Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling pandai?`, lalu Beliau bersabda: `Orang yang berakal`. Mereka bertanya: `Bukankah orang yang berakal itu orang yang sempurna kepribadiannya, jelas kefasihannya, murah telapak tangannya (dermawan) dan besar kedudukannya?`. Beliau bersabda: `Jika seluruhnya demikian, niscaya kesenangan dunia dan akhirat itu tidak bagi orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang yang berakal adalah orang yang bertakwa, meskipun ia di dunia hina dan rendah` [HR. Ibnul Mahbar]

Jika selama didunia ini anda menderita kelaparan, kemiskinan, senantiasa dilanda kesedihan, menderita penyakit yang tidak kunjung sembuh, diperlakukan secara zalim, maka ingatkan diri anda pada kenikmatan surga yang kekal abadi.

Orang yang paling berakal adalah orang yang senantiasa melakukan sesuatu untuk akhirat dengan keyakinan bahwa akhirat itu lebih baik dan kekal abadi. Sebaliknya, manusia yan paling bodoh di dunia adalah mereka yang memandang dunia ini sebagai segalanya; dunia adalah tempat dan tujuan akhir dari semua harapan. Maka tidak heran anda akan mendapatkan mereka yang paling gelisah ketika menghadapi suatu musibah dan paling larut dalam penyesalan saat malapetaka merenggut semua miliknya.

Pernahkah kita merenungkan secara mendalam bahwa sesungguhnya para penghuni surga itu tidak akan sakit, tidak mungkin bersedih hati, tidak akan mati, tidak akan pernah menjadi tua, dan pakaian mereka tidak akan pernah lusuh sedikitpun?.

Pernahkah kita benar-benar menghayati wahyu Ilahi, yang menyatakan bahwasanya para penghuni surga itu akan menempati istana-istana yang  bagian  luarnya  terlihat  dari  bagian  dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari luar?.

Pernahkah kita mengingatkan diri kita dengan kebenaran berita Ilahi yang mengatakan bahwa di surga terdapat semua hal yang tidak pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik didalam hati manusia?.

Ranungkanlah, didalam surga terdapat berbagai keinginan yang pasti dikabulkan, maka mengapa kita sering lupa memikirkan semua itu dan mengapa kita sering lalai berbuat segala sesuatu untuk meraihnya ?. (`Aidh Al-Qarni)

Jika Allah membukakan pintu makrifat untukmu, janganlah kamu menghiraukan amalmu yang sedikit, sebab Allah tidak membukakan bagimu, akan tetapi Allah memperkenalkan diri kepadamu. Makrifat adalah karunia langsung dari Allah yang tidak bergantung pada sedikit atau banyaknya amal. Dan amal-amalmu merupakan pinjaman Allah darimu. (Pustaka)

Ampunan lebih diutamakan orang arif karena hukuman adalah balasan. Sesungguhnya Allah selalu memperhatikanmu dan memberi nikmat kepadamu, walaupun kamu tidak mematuhi perintah-perintah-Nya, tetapi tidak ada siksaan yang lebih berat dari siksaan orang-orang yang tidak memiliki rasa malu kepada Allah. (Pustaka)

Berlarilah kepintu doa-mu karena pintu itu ada untukmu. Janganlah putus asa dari rahmat Allah, karena sesuatu yang sedikit namun mencukupi, itu lebih baik daripada sesuatu yang banyak tetapi melalaikannya. Itulah  bukti  bahwa  kebaikan  tidak akan rusak dan dosa tidak akan dilupakan. (Pustaka)

Tidaklah sah iman seseorang yang mempunyai banyak harta melebihi kebutuhan dirinya dan keluarganya, sementara seorang pengemis pergi meninggalkan pintunya dengan rasa kecewa karena tertolak, yang sesungguhnya ia mampu memberi. Maka bersiaplah melihat dirinya sendiri pergi meninggalkan pintu rahmat Allah dengan rasa kecewa karena tertolaknya hajat-hajat dan musnahnya segala apa yang ia miliki. (Pustaka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s