KEZALIMAN

Kezaliman yang paling tercela adalah ketika sedang berada dalam kekuasaan. Tidak ada kemenangan bagi kezaliman. Seburuk-buruk bekal pada hari kebangkitan adalah permusuhan dengan hamba-hamba Allah lainnya. Jangan menjadi susah karena kezaliman orang yang menzalimi, karena sesungguhnya ia sedang menuju kemudharatannya sendiri dan memberikan kemanfaatan kepada yang dizalimi.

Kesombongan tidak akan menghasilkan pujian dan ujub adalah lawan kebenaran. Aib yang paling sulit diperbaiki adalah ujub dan keras kepala. Ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri adalah salah satu pendengki akalnya. Banyak orang yang kagum akan dirinya sendiri disebabkan oleh perkataan pujian terhadap dirinya. Kebanggan yang paling besar adalah hendaknya jangan berbangga.

Berlakulah lemah lembut dan bersabarlah, niscaya akan menjadi terhormat dan jauhi ujub karena jika ujub niscaya akan dibenci dan dipandang rendah. Kenapa anak Adam menyombongkan diri?. Sesungguhnya per mulaannya adalah sperma dan akhirnya adalah bangkai dan tidak dapat memberikan rezeki pada dirinya sendiri dan tidak dapat menolak kematiannya.

Sesuatu yang tidak baik diucapkan oleh seseorang, walaupun dia benar adalah memuji dirinya sendiri. Jauhi orang yang sering beralasan, karena dusta sering bercampur dengan dalih. Orang berdalih sesungguhnya menginginkan kemenangan. Jauhi untuk  mengemukakan alasan akan suatu dosa, sementara ada jalan untuk meninggalkannya. Mengulangi mengemukakan suatu alasan sebenarnya adalah pengingatan akan suatu dosa. Jauhi posisi sebagai pengemuka alasan, sebab ada kalanya suatu alasan justru menetapkan atau membuka kesalahan bagi orang yang berdalih itu. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?, amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim [18:Al Kahfi:50]

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) [14:Ibrahim:34]

Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya dimuka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya [16:An Nahl:61]

Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. (*)Mereka itu, balasannya ialah: bahwasanya laknat Allah ditimpakan kepada mereka, (demikian pula) laknat para Malaikat dan manusia  seluruhnya [03:Al Imran:86~87]

Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang- orang yang zalim [02:Al Baqarah:229]

Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [02:Al Baqarah:258]

Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya [02:Al Baqarah:270]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa diantara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (*)katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik [09:At Taubah:23~24]

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim [05:Maaidah:45]

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim [10:Yunus:106]

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik [02:Al Baqarah:59]

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman [03:Al Imran:139]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [05:Al Maaidah:51]

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim” [02:Al Baqarah:124]

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (*)(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali (*)Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami”. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka [02:Al Baqarah:165~167]

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (*)dan perangilah  mereka  itu,  sehingga  tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim [02:Al Baqarah:192~193]

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (dijalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa’at. dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim [02:Al Baqarah:254]

Allah-lah pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik penolong (*)Akan Kami masukkan kedalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim [03:Al Imran:150~151]

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka (*)Kecuali jalan ke neraka jahannam; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah [04:An Nisaa’:168~169]

Dan diantara mereka ada orang yang  mendengarkanmu.  Apakah kamu dapat men jadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti (*)dan diantara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan (*)sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri [10:Yunus:42~44]

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al-masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhan-ku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun (*)Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih [05:Al Maaidah:72~73]

Perhatikanlah, bagaimana kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (kami), kemudian mereka tetap  berpaling  (juga) (*) Katakanlah: “Terangkanlah  kepadaku,   jika  datang  siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang zalim? [06:Al An’aam:46~47]

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu) [06:Al An’aam:68]

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk [06:Al An’aam:82]

Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim (*)(Yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat [07:Al A’raaf:44~45]

Dan demikianlah kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan [06:Al An’aam:129]

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. sesungguhnya  Allah  memberi  tangguh   kepada   mereka sampai  hari  yang  pada waktu itu mata (mereka) terbelalak (*)Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong [14:Ibrahim:42~43]

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala Puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam [06:Al An’aam:45]

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat diwaktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu”. Dihari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya [06:Al An’aam:93]

Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti Rasul-Rasul. (kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?” [14:Ibrahim:44]

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan    menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan (*)Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan diatas mereka ada selimut (api neraka). demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim [07:Al A’raaf:40~41]

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para Malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatanpun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang telah kamu kerjakan” (*)Maka masukilah pintu-pintu neraka jahannam, kamu kekal didalamnya. maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu [16:An Nahl:28~29]

Dan diantara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan diatas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka, dan mereka menyeru penduduk surga: “Salamun ‘Alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya.) (*)Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau  tempatkan  kami  bersama-sama orang-orang yang zalim itu” [07:Al A’raaf:46~47]

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai [07:Al A’raaf:179].

Rasulullah Saw bersabda: Bencana agama ada 3 yaitu, Ahli fiqih yang durhaka, Imam yang zalim dan Mujahid yang tidak mengerti masalah agama [HR. Ad Dailami]

Rasulullah Saw bersabda: Takutlah engkau dengan doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya doa orang yang teraniaya dengan Allah tidak ada sesuatupun yang menghalanginya [HR. Tirmidzi]

Rasulullah Saw bersabda: Dua macam orang kelak dihari kiamat Allah tidak mau memperhatikannya yaitu, orang-orang yang memutuskan silaturahmi dan tetangga yang jahat [HR. Ad Dailami]

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya manusia yang paling buruk kedudukannya disisi Allah kelak pada hari kiamat adalah seseorang yang tidak digauli oleh yang lain karena takut akan kejahatannya [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa berbuat riyaa’ maka Allah menjelek-jelekannya dan barangsiapa berbuat sum’ah, maka Allah membeberkan sum’ahnya kepada manusia [HR. Muttafaq Alaih]

Rasulullah Saw bersabda: Ada empat perkara, barangsiapa dalam dirinya terdapat ke-empatnya niscaya Allah menyelimutinya dengan rahmat-Nya dan akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu:  Memberi tempat berteduh kepada orang miskin,  Belas  kasihan  pada orang yang lemah,  Lemah lembut terhadap hamba sahaja, Menafkahi ke-dua orang tuanya [HR. Al Hakim]

Rasulullah Saw bersabda: Dari Busri bin hajjasy ra, ia berkata: Nabi Saw meludah ditelapak tangannya, kemudian beliau meletakkan dijari telunjuk beliau. Beliau bersabda: bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman: `Bagaimana anak Adam menganggap Aku lemah, padahal Aku telah menciptakannya dari (sesuatu) yang seperti ini (air mani). Lalu jika nafasmu telah sampai disini`, Beliau memberi isyarat ke kerongkongannya, kamu (baru mau) mengatakan: `Aku membenarkan` dan kapan waktunya membenarkan? (padahal tidak ada lagi waktu untuk membenarkan) [HR. Ibnu Majah]

Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah SWT masih mau memandang kepada orang kafir, tetapi Dia tidak mau memandang kepada orang yang bangga pada dirinya [HR. Thabrani]

Seseorang telah berkata kepada Rasulullah Saw: `Alangkah banyaknya kalian memohon perlindungan dari beban hutang wahai Rasulullah!`. Lalu Rasulullah bersabda: `Sesungguhnya seseorang yang sudah terkena beban hutang, apabila dia berkata-kata dia akan berdusta dan apabila berjanji dia akan mengingkari` [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Seorang pezina tidak akan berzina jika ketika itu dia berada di dalam keimanan. Seorang pencuri tidak akan mencuri jika ketika itu dia berada didalam keimanan yaitu iman yang sempurna. Begitu juga seorang peminum arak tidak akan meminum arak jika ketika itu dia berada didalam keimanan [HR. Bukhari, Muslim]

Banyak orang yang kehilangan makna kehidupan di dunia dan di akhirat. Mereka selalu menyangka bahwa apa yang diperbuatnya merupakan hal yang terbaik dan telah mencapai kebahagiaan. Padahal sesungguhnya mereka telah gagal untuk mencapai ke-duanya, karena mereka telah berpaling dari jalan yang telah Allah tunjukkan kepada mereka melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya. Ada penguasa yang terjerat permainan setan dan kesia-siaan, dan setelah semuanya berakhir, maka ia ditimpa oleh kesedihan yang mendalam, keresahan yang berat dan berakhir dalam keputus-asaan.

Dan sesungguhnya hukuman yang pertama yang menimpa mereka di dunia, merupakan tahap awal perkenalan mereka dengan kesengsaraan di akhirat kelak jika mereka tidak segera  bertaubat.  Allah  akan  menghimpun  semua makhluk dari yang pertama hingga yang terakhir. Keyakinan seperti ini akan membuat anda merasa tentram dengan keadilan Allah. Barangsiapa yang hartanya dirampas di dunia maka ia akan mendapatkannya di akhirat.

Barangsiapa di zalimi di dunia maka ia akan mendapat perlakuan yang adil di akhirat, dan barangsiapa yang melakukan kejahatan di dunia ia akan disiksa di akhirat. Sesungguhnya panggung kehidupan dunia ini belum sempurna, karena pasti akan ada panggung ke-dua, sebab kita semua melihat disini, orang yang zalim dan di zalimi namun kita tidak dapatkan keadilan, orang yang menang dan yang kalah, namun kita tidak mendapat balasan yang pasti. Maka pasti ada alam lain yang akan menyempurnakan keadilan. Allah akan menghindarkan hamba-hamba-Nya dari keburukan orang-orang kafir, godaan-godaan setan, keburukan dan amal buruk dirinya sendiri, dengan membantu meringankan beban yang memberatkan mereka, dimana pertolongan Allah disesuaikan dengan kadar keimanan mereka. Karena setiap mukmin berhak atas pembelaan dan mendapat keutamaan sesuai dengan kadar imannya. Jika pikiran seseorang telah mantap terhadap penciptanya, maka dia akan tahu bahwa Allah tidak mengujinya kecuali bahwa ujian itu akan mendatangkan kebaikan baginya atau menghilangkan dosa-dosa darinya. Dengan demikian ia akan selalu mendapatkan keuntungan yang berfaedah yang berkelanjutan.

Jika pikiran tercurah kepada sesama makhluk maka akan banyak kepura-puraannya. Ia akan merasa bosan dengan posisinya yang terasa selalu gagal mencapai apa yang di inginkannya dan merasa terlalu lama mengalami cobaan yang menimpanya, dan ia akan selalu takut pada hal-hal yang tidak disukainya, padahal bisa saja semua itu tidak akan terjadi padanya.

Bermunajat itu dikatakan benar bila dilakukan antara seorang hamba dengan Rabb-nya, karena ia sadar bahwa ada sesuatu yang sangat rahasia dan ia percaya terhadap apa yang dikatakan oleh kata hatinya. Sedangkan munajat yang dilakukan antara hamba dan dengan sesamanya lebih sering berakhir dengan kekecewaan yang menyakitkan hati. Allah mempunyai rahmat yang diberikan kepada orang yang telah putus asa kepada-Nya.

Rahmat itu akan diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kepada-Nya ada harapan untuk mendekatkan jalan keluar dan memudahkan urusan. Cukuplah Allah sebagai sebaik-baik pelindung, dan sebaik-baik penolong. Menjilat untuk mendapatkan rezeki atau penghidupan merupakan perbuatan yang zalim, karena Allah telah menjamin rezeki, kematian dan kehidupan semua makhluk.

Kemuliaan iman adalah keteguhan hati, dan orang-orang yang imannya mulia adalah orang-orang yang dikaruniakan kekuatan oleh Allah, karena semua kekuatan adalah kepunyaan Allah semata. Bagaimana mungkin orang yang sadar bahwa Allah-lah yang mengendalikan segalanya, akan takut kepada selain Allah?. Bagaimana mungkin orang yang sadar bahwa segala sesuatu ada dibawah kekuasaan Allah, akan takut  kepada kekuasaan selain Allah yang kekuasaannya saja berada dibawah kekuasaan Allah?.

`Maka janganlah takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar orang beriman`(03:Al Imran:175). Diantara sebab-sebab kebahagiaan adalah menghitung nikmat Allah yang telah diberikan-Nya, maka pada saat itu seseorang akan menyadari bahwa nikmat yang ada pada dirinya lebih banyak dibandingkan dengan apa yang diberikan kepada orang lain. Hal ini dapat dilihat dalam ketekunan dan kemampuan melakukan Shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, Dzikir dan amalan lainnya.

Kebahagiaan yang abadi dan sempurna adalah kebahagiaan yang hakiki, dimana kebahagiaan itu tetap bertahan mulai dari dunia hingga akhirat kelak, mulai hari ini hingga hari esok, dan kesempurnaannya adalah ketika kebahagiaan itu tidak dirusak oleh kesengsaraan dan tidak dicemari oleh amarah.

Kematian itu pasti datang kepada setiap orang, baik yang menzalimi maupun yang di zalimi, yang kuat maupun yang lemah, yang kaya maupun yang miskin. Kematian yang akan dihadapi bukanlah suatu hal yang baru, karena orang-orang sebelum, dimasa kini dan setelah anda juga akan mati.

Kesamaan antara orang-orang yang ingkar kepada Allah dahulu dan yang sekarang adalah bahwa mereka sama-sama pelanggar janjinya kepada Allah Azza wa Jalla, mereka menerapkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip agama secara serampangan dan mereka bersikap masa bodoh terhadap akibat buruk yang di timbulkan oleh apa yang mereka katakan,  apa yang mereka tulis dan apa yang mereka perbuat.

Persoalan yang membingungkan adalah kelalaian manusia tentang kefanaan yang melingkupinya setiap hari. Dan kelalaian tersebut menyebabkan timbulnya anggapan bahwa ia akan hidup selamanya dengan bergelimang harta, kenikmatan, kemaksiatan. Dan kepura-puraannya akan datangnya ajal hanya merupakan kerugian bagi perjalanan akhiratnya. Wahai hamba Allah tenanglah atas gangguan-gangguan orang-orang kafir, karena anda berhak mendapatkan perlindungan dari Sang Pencipta dan pemeliharaan dari sisi kebijaksanaan-Nya.

Kebijaksanaan telah dirumuskan-Nya, rintangan akan di hilangkan-Nya dan pahala telah ditetapkan-Nya. Akhir dari perjalanan itu adalah kebaikan, hasilnya adalah kenikmatan dan penutupnya adalah kemuliaan. (‘Aidh Al Qarni)

Janganlah kamu mentaati orang yang mengaku Islam, dimana air kotornya kamu minum bersama air bersih yang kamu miliki, yang penyakitnya kamu campur dengan kesehatanmu dan kebathilannya kamu izinkan masuk kedalam urusan-urusanmu yang hak, karena mereka adalah fondasi kemungkaran dan iblis menjadikan mereka pembawa kesesatannya dan menjadikan mereka pasukannya untuk menyerang manusia, dengan membisikkan pada telingamu, memasuki matamu, mencuri pikiranmu, kemudian hatimu menjadi mangsa panahnya, jadilah engkau sekutunya dalam pembangkangan untuk tidak bersujud kepada Allah. (Pustaka)

Seorang penipu ulung adalah orang yang paling mampu menipu dirinya sendiri dan paling suka berbuat dosa kepada Tuhannya, segeralah berpaling dari kebusukan-kebusukannya. Mereka telah menjadikan setan sebagai majikannya atas segala urusan mereka dan mengambilnya sebagai mitra, kemudian setan beranak pinak didalam dadanya, merayap keseluruh anggota tubuhnya, maka sempurnalah bimbingan setan kepada segala perbuatan dosa dengan menghiasi mereka dengan hal-hal yang kotor. (Pustaka)

Kezaliman yang diampuni Allah adalah kezaliman atas dirinya sendiri dengan melakukan dosa-dosa kecil, sedangkan kezaliman terhadap orang lain tidak akan dibiarkan tanpa ditanyai dan pembalasan-Nya sangat keras, pembalasan bukanlah dengan pisau, bukan pula dengan cambuk, melainkan sedemikian kerasnya sehingga semua menjadi kecil dibanding balasan siksa-Nya, oleh karena itu jauhkan diri dari perpecahan karena kebathilan. (Pustaka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s