ILMU DAN ULAMA

Ilmu ringan dibawa namun amat besar manfaatnya. Ditengah-tengah orang banyak ia menjadi indah dan didalam kesendirian ia menghibur. Ilmu hiasan bagi orang kaya dan penolong bagi orang fakir.

Jangan memperlakukan secara umum orang yang telah memberi ilmu, perlakukanlah ia sebagai orang khusus. Ketahuilah bahwa Allah memiliki orang-orang yang dititipi-Nya rahasia-rahasia tersembunyi dan melarang mereka untuk menyebarkan rahasia-rahasia-Nya.

Ilmu adalah kekuatan dan barangsiapa yang mendapatkannya, ia akan menyerang dengannya dan barangsiapa yang tidak mendapatkannya, dialah yang akan diserang olehnya.

Kecintaan terhadap ilmu merupakan kemuliaan cita-cita. Seluruh wadah menyempit dengan apa yang mengisinya, kecuali wadah ilmu, karena sesungguhnya ia akan bertambah luas.

Ilmu tanpa akal akan membahayakan pemiliknya. Bagian terpenting dari ilmu adalah kelemah lembutan, sedang cacatnya adalah penyimpangan. Ilmu berhubungan dengan amal, karena ilmu memanggil amal. Orang yang beramal tanpa ilmu, seperti orang yang berjalan bukan dijalan, maka hal itu tidak akan menambah jaraknya dari jalan yang terang kecuali semakin jauh dari kebutuhannya atau seorang yang berilmu tampak seperti busur tanpa anak panahnya.

Ilmu adalah pusaka yang mulia. Serendah-rendah ilmu adalah yang berhenti dilidah dan yang paling tinggi adalah yang tampak pada anggota- anggota badan. Jika Allah hendak merendahkan hamba-Nya maka Dia mengharamkan kepadanya ilmu-Nya.

Jika mayat seseorang telah diletakkan pada kuburnya, maka muncullah empat api, lalu datanglah shalat-nya yang memadamkan satu api kemudian datanglah puasa-nya yang memadamkan api ke dua, selanjutnya datanglah sedekah-nya yang memadamkan api yang ke tiga dan yang terakhir datang adalah ilmu-nya yang memadamkan api yang ke empat. Orang alim adalah lampu Allah dibumi, maka barangsiapa yang menghendaki kebaikan bagi dirinya niscaya ia akan mengambil cahaya ilmu itu.

Orang alim lebih utama daripada orang yang berpuasa, yang mengerjakan shalat-shalat malam, maupun yang berjihad dijalan Allah. Jika seorang ulama meninggal dunia, terjadilah lubang dalam Islam yang tidak tertutupi sehingga datang orang alim lain yang datang meng gantikannya. Orang alim adalah yang paling mengatahui kemampuan dirinya, maka cukuplah orang dianggap bodoh jika ia tidak mengetahui kemampuan dirinya.

Orang alim adalah yang mengetahui bahwa apa yang diketahuinya terlalu sedikit dibandingkan dengan apa yang tidak diketahuinya, maka bertambahlah keinginan nya untuk menambah ilmu. Kesalahan yang dilakukan orang alim seperti kapal yang karam maka tenggelam pula bersamanya banyak orang.

Orang yang keluar mencari ilmu para Malaikat akan mengantarnya sampai ia kembali kerumahnya. Orang yang bodoh adalah yang menganggap dirinya tahu tentang makrifat, yang  sebenarnya tidak diketahuinya dan ia mencukupi dirinya dengan pendapatnya saja.

Orang alim mengetahui kedudukan orang bodoh, karena ia-pun berasal dari orang bodoh, sedangkan orang bodoh tidak mengetahui kedudukan orang alim, karena ia tidak pernah menjadi orang alim. Orang bodoh adalah kecil walaupun ia tua, tetapi orang alim besar walaupun ia muda. Allah tidak memerintahkan kepada orang bodoh untuk belajar sebelum Dia memerintahkan orang alim untuk mengajar. Orang bodoh yang ahli ibadah dan orang alim yang mengumbar nafsunya adalah orang-orang yang membinasakan. Yang mudah terlihat dari orang bodoh adalah melampaui batas dan boros. Sebodoh-bodoh manusia adalah yang jatuh pada lubang yang sama. Tidak ada penyakit yang lebih parah dari kebodohan.  (Ali bin Abi Thalib r.a)

Allah menganugrahkan Al-Hikmah (kefaham an yang dalam tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang ber-akallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah) [02:Al Baqarah:269]

(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini [22:Al Hajj:78]

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (*)(yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (*)Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah, yang demikian itu adalah kemenangan yang besar [10:Yunus:62~64]

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan)  kebajikan,   sedang  kamu  melupakan  diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al-Kitab?, maka tidakkah kamu berpikir? [02:Al Baqarah:44]

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan [29:Al Ankabuut:45]

Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaum-mu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab [43:Az Zukhruf:44]

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya [17:Al Israa’:36]

Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesa tan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihaat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah [03:Al Imran:7]

(*)Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. (*)Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun [35:Faathir:27~28]

Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan Hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu [04:An Nisaa’:113]

Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? [21:An Anbiyaa`:10]

`Dan, Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah  itu sangat besar` (04:An Nisaa’:113).

Rasulullah Saw bersabda: Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim, sesungguhnya orang yang menuntut ilmu itu dimintakan ampunan baginya oleh semua makhluk hingga ikan-ikan yang ada dilaut[HR. Ibnu Abdil Barr]

Rasulullah Saw bersabda: Belajar ilmu agama-lah kalian, dan belajar sakinah (tenang) dan waqar-lah (anggunlah) kalian demi untuk ilmu, dan rendahkanlah diri kalian terhadap guru kalian [HR. Abu Na’im]

Rasulullah Saw bersabda: Firman Allah SWT: `Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang padanya, dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada menjalankan kewa jiban- kewajiban yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan yang sunnah-sunnah, sehingga Aku mencintainya` [HR. Bukhari]

Rasulullah Saw bersabda: Banyak orang ahli fiqih tetapi tidak mengerti fiqih, barangsiapa ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat untuk dirinya, niscaya kebodohannya akan membuat mudharat terhadap dirinya. Bacalah Al-Qur’an selagi ia mencegahmu, apabila ia tidak mencegah dirimu (dari hal-hal yang diharamkan Allah) berarti engkau tidak membacanya [HR. Thabrani]

Rasulullah Saw bersabda: Celakalah orang yang tidak mengetahui agama (ilmu), dan celaka pulalah orang yang mengetahui agama (ilmu), tetapi tidak mengamalkan nya [HR. Abu Na’im]

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang bertambah ilmunya, namun tidak bertambah petunjuknya, maka ia tidak bertambah kepada Allah kecuali jauhnya` [HR. Ad Dailami]

Rasulullah Saw bersabda: Orang-orang yang terpilih diantara kalian adalah seseorang yang dapat mengingatkan kalian kepada Allah bila melihatnya dan tutur katanya dapat menambah ilmu (agama), serta amal perbuatannya dapat memberi semangat kepada kalian untuk beramal demi akhirat kalian [HR. Al Hakim]

Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT tidak mengambil ilmu Islam itu dengan cara mencabutnya dari manusia. Sebaliknya Allah SWT mengambilnya dengan mengambil para ulama, hingga tidak tertinggal walaupun seorang. Manusia mengangkat orang jahil menjadi pemimpin, menyebabkan apabila mereka ditanya mereka memberi fatwa tanpa mengikuti kepada ilmu pengetahuan, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain pula [HR. Bukhari, Muslim]

Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa belajar ilmu lalu mengamalkannya, niscaya Allah mengajarkan kepadanya ilmu-ilmu yang tidak ia ketahui [HR. Abusy Syekh]

Rasulullah Saw bersabda: Jadilah kamu seorang pengajar atau pelajar atau mendengar (ilmu) atau mencintai (ilmu) dan janganlah kamu menjadi orang yang ke-lima, kamu pasti menjadi orang yang celaka [HR. Baihaqi]

`Sesungguhnya Aku mengingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan’(11:Huud:46). Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur. Ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh dan bahan bakar bagi tabiat. Kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu. Karena ilmu sanggup menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang dan menyingkap yang tersembunyi.

Sementara naluri dan jiwa manusia selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik. Kebodohan sangat membosankan  dan  menyedihkan. Karena  tidak  pernah memunculkan hal-hal yang baru yang lebih menarik dan segar. Yang kemarin seperti hari ini, dan esok hari sama dengan yang terjadi hari ini. Tuntutlah ilmu, galilah ilmu, raihlah berbagai manfaat karena ilmu, niscaya semua kesedihan, kepedihan dan kecemasan akan sirna.

`Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?`(13:Ar Ra’d:19). Orang yang berwawasan sempit melihat seluruh alam semesta ini seperti apa yang mereka alami. Mereka tidak pernah memikirkan apa yang terjadi dengan orang lain, tidak pernah hidup untuk orang lain dan tidak pernah memperhatikan sekitarnya.

Pikiran yang liar tidak terkendali, hanya akan menghidupkan kembali luka-luka lama, dan juga membisikkan masa depan yang mencekam. Dan keliaran itu dapat membuat tubuh gemetar, kepribadian goyah dan perasaan terbakar. Ilmu dan kemudahan ibarat dua sahabat dan dua saudara sekandung. Lihatlah para ulama, kehidupan mereka senang, mereka memahami tujuan hidup, mereka mendapatkan apa yang mereka cari dan mereka telah menyelami dasar-dasar kehidupan. Sedangkan orang yang berilmu dangkal, masuk dalam kategori orang yang banyak tertekan, karena mereka hanya mendengar kalimat yang tidak dimengerti maknanya, dan masalah-masalah yang tidak mereka pahami arahnya.

Penyimpangan kaum Khawarij tak lain juga disebabkan tingkat keilmuan dan pemahaman mereka yang masih dangkal. Mereka tidak mampu menyentuh hakekat-hakekat kebenaran dan  tidak mendapat petunjuk untuk mencapai maksud-maksud syariah, dan bahkan mereka terjerembab didalam kebingungan. (`Aidh Al-Qarni)

Siapa yang tidak berilmu maka dia tidak berharga di dunia dan di akhirat. Siapa yang tidak bersabar maka tidak berguna ilmunya. Siapa yang tidak dermawan maka dia tidak akan mendapat keuntungan dari kekayaannya. Siapa yang tidak sayang kepada sesama manusia maka dia tidak akan mendapat syafa’at disisi Allah. Siapa yang tidak bertakwa, maka dia tidak berharga disisi Allah dan siapa yang mempunyai sifat-sifat ini maka dia tidak akan mendapat surga. (Pustaka)

Ilmal yakin adalah keyakinan yang didapat dari pengertian secara teori. Ainal yakin adalah keyakinan yang didapat dari fakta lahir setelah terungkap dan haqqul yakin adalah keyakinan yang benar-benar langsung dari Allah yang tidak perlu diragukan sedikitpun. (Pustaka)

Jika ia melihat sesuatu maka yang dilihatnya adalah perbuatan Allah, jika ia mendengar sesuatu maka yang didengar hanyalah firman Allah dan jika ia mengetahui sesuatu maka ia mengetahuinya melalui pengetahuan Allah. Itulah orang-orang yang beruntung karena ia dekat dengan Allah. (Pustaka)

Barangsiapa yang sudah diberi ilmu yang dapat melihat rahasia-rahasia manusia, sedang dia tidak mengamalkan sifat-sifat Allah kepada hamba-hamba Allah lainnya, maka ilmu itu merupakan fitnah baginya dan merupakan sebab datangnya bencana pada dirinya. (Pustaka)

Belajarlah ilmu karena sesungguhnya jika belajarnya karena-Nya adalah takwa, menuntutnya adalah ibadah, mempelajarinya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahui adalah sedekah, memberikan kepada keluarga adalah pendekatan diri kepada-Nya. Ilmu itu penghibur dikala sendirian, teman dikala sepi, pembuat sabar dikala suka dan duka, kerabat dikalangan orang-orang asing dan sebagai tangga menuju surga. Dengan ilmu Dia mengangkat hamba-hamba-Nya menjadi pengikut, pemimpin dan penunjuk yang diikuti, penunjuk terhadap kebaikan. Jejak mereka dijadikan kisah dan perbuatan mereka dalam perhatian-Nya, Malaikat senang terhadap perilaku mereka dan mengusap mereka dengan sayapnya. Ikan dilautan, serangga, binatang buas dan binatang jinak didaratan, memohonkan ampunan bagi mereka yang menuntut ilmu. (Pustaka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s