ALLAH DAN HAMBA

Maha Suci ALLAH yang telah menjadikan pujian sebagai kunci dari mengingat-NYA, sarana untuk meningkatkan anugerah-NYA dan petunjuk atas nikmat-nikmat dan keagungan-NYA.

Wahai hamba ALLAH, sesuatu yang baik yang di janjikan-NYA hendaklah jangan ditinggalkan dan sesuatu yang buruk yang dicegah-NYA jangan di dambakan.

Wahai hamba ALLAH, Takutlah akan hari ketika amal perbuatan akan diperiksa, hari dimana anak-anak telah menjadi tua, dan ketahuilah bahwa dirimu adalah pengawal atasmu, anggota-anggota tubuhmu adalah penjaga dan pengawas yang tidak akan berdusta, yang memelihara catatan amal perbuatanmu dan jumlah nafasmu, kegelapan malam tidak akan dapat menyembunyikanmu dari mereka, sesungguhnya hari esok sangat dekat dengan hari ini, dan hari ini akan berangkat dengan segala apa yang ada padanya, sementara hari esok akan datang menjemput.

Wahai hamba ALLAH, hamba yang paling disukai-NYA adalah orang yang diberi-NYA kemampuan bertindak melawan hawa nafsu, sehingga bathinnya larut dalam kesedihan karena dihinggapi rasa takut kepada-NYA.

Wahai hamba ALLAH, berhati-hatilah dengan waktu, karena waktu akan memperlakukan orang-orang yang hidup sama dengan yang telah pergi, waktu yang berlalu tidak akan kembali dan apa yang ada didalamnya tidak akan kekal.

Wahai hamba ALLAH, janganlah menyibukkan dirimu dengan selain dari perbaikan diri, agar tidak menjadi orang bingung dikegelapan malam, karena kegelapan yang dibisikkan setan akan terlihat sebagai sebuah keindahan.

Wahai hamba ALLAH, DIA tidak akan dapat ditipu tentang surga-NYA dan keridhoan-NYA tidak dapat diperoleh selain dengan ketaatan kepada-NYA. (Ali bin Abi Thalib r.a)

Rasulullah Saw bersabda: Hamba yang paling dicintai oleh-Nya adalah hamba yang paling banyak nasehatnya terhadap hamba-hamba Allah lainnya [HR. Baihaqi]

Rasulullah Saw bersabda: Ketahuilah, maukah engkau aku tunjukkan kepada kalimat yang dari bawah Arasy, dari suatu gudang dari beberapa gudang Surga. Katakanlah: `Tidak ada daya upaya dan tidak ada kekuatan, kecuali dengan kehendak Allah`. Maka Allah yang Maha Gagah dan Maha Agung berfirman : ’Hamba-Ku telah menyerah dan tunduk’ [HR. Al Hakim]

Rasulullah Saw bersabda: Allah SWT berfirman: Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang padanya, dan tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada menjalankan kewajiban-kewajiban yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan yang sunnah-sunnah, sehingga Aku mencintainya [HR. Bukhari]

Rasulullah Saw bersabda: Menyebut-nyebut nikmat Allah merupakan perbuatan syukur dan meninggalkannya berarti kufur (ingkar kepada nikmat Allah). Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka ia tidak pula akan mensyukuri nikmat yang banyak. Barangsiapa tidak berterima kasih pada orang lain, berarti ia tidak akan pula berterima kasih pada Allah SWT [HR. Baihaqi]

Rasulullah Saw bersabda: Berbahagialah orang-orang yang ikhlas (dalam beramal), mereka merupakan pelita petunjuk yang dapat menguakkan gelapnya fitnah [HR. An Nasa’i]

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku [51:Adz Dzaariyaat:56]

Dan (ingatlah), ketika tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): `Bukankah Aku ini Tuhanmu?`, mereka menjawab: `Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi`. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: `Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (ke-Esaan Tuhan)` [07:Al A’raaf:172].

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para Shiddiqin, orang-orang yang mati Syahid dan orang-orang Saleh. dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (*)Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui [04:An Nisaa’:69~70].

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguh nya setan itu musuh yang nyata bagimu [02:Al Baqarah:208].

Orang-orang yang sesungguhnya paling sengasara adalah mereka yang miskin iman dan mengalami krisis keyakinan. Selamanya mereka akan berada dalam kesengsaraan, kepedihan, kemurkaan dan kehinaan.

`Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit`(20:Thaahaa:124). Tak ada sesuatu yang dapat membahagiakan jiwa, membersihkan, menyucikan, membuat bahagia dan mengusir kegundahan darinya, selain keimanan yang benar kepada Allah SWT, Rabb semesta alam. Dalam pandangan para pembangkang Allah yang sama sekali tidak beriman, cara terbaik untuk menenangkan jiwa adalah bunuh diri. Menurut mereka dengan cara ini mereka dapat membebaskan diri dari segala tekanan, kegelapan dan bencana dalam hidupnya. Betapa malangnya kehidupan dalam kemiskinan iman, dan betapa pedihnya siksa dan azab yang akan dirasakan oleh orang-orang yang menyimpang dari tuntunan Allah.

`Dan (begitu pula) kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur’an) pada permulaannya, dan kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat`(06:Al An’aam:110). Sudah saatnya penduduk dunia menerima dengan tulus ikhlas dan beriman dengan sesungguhnya bahwa `Tidak Ada Ilah Selain Allah`. Betapapun pengalaman dan uji coba manusia sepanjang sejarah kehidupan dunia ini telah membuktikan banyak hal, menyadarkan  akal   bahwa  berhala-berhala  itu  takhayul belaka, kekafiran itu sumber petaka, pembangkangan itu dusta, para Rasul itu benar adanya, dan Allah benar-benar Sang Pemilik  kerajaan langit dan bumi. Seberapa kuat, besar, lemah, hangat, dingin maka sebatas itu pula kebahagiaan, ketentraman, kedamaian dan ketenangan.

`Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan`(16:An Nahl:97). Kehidupan yang baik adalah ketenangan jiwa karena janji Allah, keteguhan hati dalam mencintai Dzat yang menciptakan, kesucian nurani dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati dalam menerima dan menjalani ketentuan Allah, dan keikhlasan dalam menerima takdir.

Dan semua itu karena keyakinan dan ketulusan dalam menerima Allah Adalah Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad adalah Nabi dan Rasul yang diutus kepadanya. Salah satu nikmat yang hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang berpikir adalah ketika mereka melihat keadaan orang-orang kafir, mengingat nikmat Allah yang berupa petujuk kearah Islam dan kenyataan bahwa Allah tidak mentakdirkannya menjadi seperti orang-orang kafir dengan sikap pembangkangan kepada Rabb-nya, sikapnya menyimpang dari ayat-ayat-Nya, sikap yang melawan Dzat yang menciptakan dan memberikan rezeki kepadanya, sikap yang mendustakan para Rasul-Nya, sikap yang durhaka terhadap perintah-Nya.

Seorang muslim adalah yang meng-Esakan Allah, yang percaya kepada Allah, kepada utusan-Nya, dan hari akhir serta menjalankan semua yang di fardhukan-Nya meski masih jauh dari yang diharapkan. Semua itu adalah nikmat Allah yang tidak ternilai, tidak dapat diperjual belikan dengan harta benda, tidak mungkin bisa dihitung dan tidak ada persamaannya dalam pandangan setiap orang.

`Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)?, mereka tidak sama`(32:As Sajdah:18). `La Ilaha Illallah` berarti tidak ada yang pantas disembah selain Allah, karena Dia memiliki sifat-sifat yang sempurna, yang tidak dimiliki oleh selain daripada-Nya. Letak kekuatan dan rahasia kalimat ini ada didalam hati, yaitu; perasaan yang menempatkan Allah yang Maha Terpuji, yang Maha Kudus, yang Maha Tinggi, yang Maha Mulia. Tidak ada yang dicintai selain Dia, hanya Dia yang ditakuti dan diharapkan, hanya Dia tempat bertawakkal, hanya Dia yang patut disegani, hanya Dia tempat bertaubat, hanya perintah-Nya yang ditaati, hanya Dia tempat meminta pertolongan dalam segala kesulitan, hanya Dia tempat memohon, hanya kepada-Nya bersujud. (`Aidh Al-Qarni)

Segala puji bagi Allah pencipta manusia, yang telah membentangkan bumi, yang membuat sungai mengalir dan tanam-tanaman yang dapat tumbuh didataran tinggi, keabadian-Nya tidak  berawal  dan  tidak berakhir, Dia-lah yang pertama dan kekal tanpa batas, dahi-dahi tunduk dihadapan-Nya dan lidah-lidah menyatakan ke-Esaan-Nya, yang menetapkan batas-batas pada saat menciptakan manusia dan menjauhkan dari segala sesuatu keserupaan dengan-Nya. (Pustaka)

Pedagang akhirat adalah pencari surga dan penghindar neraka, maka mereka  berhikmad kepada pencipta keduanya. Orang yang yakin dan benar adalah orang yang selalu berdzikir kepada-Nya, bukan takut siksa dan mengharap pahala, tetapi merendahkan diri mereka dihadapan-Nya dengan melafazkan sifat-sifat yang disucikan dan dimuliakan. (Pustaka)

Tidak terlintas dalam ingatan orang-orang yang merenung tentang ukuran keagungan dan kemuliaan Allah. Dia yang telah menciptakan makhluk tanpa mengikuti contoh sebelumnya, tanpa meniru ukuran penciptaan yang ada dalam pengetahuan-Nya. Dia perlihatkan kepada manusia kekuasaan-Nya dan hal-hal yang menakjubkan, yang berbicara mengenai hikmah-Nya. (Pustaka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s