4 comments on “Rahasia sedekah

  1. bertanya :
    1. seseorang bersedekah pd org yg kurang mampu, tp dikemudian hari dia tahu bahwa uang sedekahnya itu digunakan untuk hal yg tidak bermanfaat.. dia kemudian menyesal dan menjadi tidak ikhlas dengan sedekahnya itu.. kira2 sedekahnya masih berpahala atau tidak??
    2. seorang bpk mendapatkan uang dr hasil judi, kemudian uang itu disedekahkan oleh anaknya tanpa pengetahuan sang bapak.. apakah sang anak tetap mendapat pahala..??

  2. 1. Kita tidak hanya diperintah untuk sekedar bersedekah saja, tetapi kita diharapkan gemar dan banyak untuk bersedekah. Bersedekah bukan hanya pada satu titik tapi pada beberapa titik.

    Ibarat petuah dalam managemen resiko, jangan tempatkan semua telur dalam satu keranjang, tapi tempatkan telur-telur itu di beberapa keranjang yang berbeda.

    Dari Abu Hurairah r.a.berkata,Rasulullah saw bersabda,”setiap tulang persendian manusia harus disedekahi setiap hari selama matahari masih terbit. Engkau mendamaikan 2 orang yg berselisih adalah sedekah, menolong seseorang menaiki kendaraan adalah sedekah atau mengangkat barangnya adalah sedekah, kata-kata yg baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yg kau ayunkan untuk shalat adalah sedekah”.(Hr. bhukari Muslim)

    ~jika Niat sudah Tidak Ikhlas Lagi maka ” Ia tidak mendapatkan apa-apa.”

    Menyisihkan sebagian harta / sesuatu yang dimiliki untuk diberikan kepada orang lain yang membutuhkan dengan penuh keikhlasan , semata mata mengharapkan ridho Allah.
    QS An nisa : 114
    “ tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) sedekah atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridhoan Allah maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.”
    Sedekah itu diberikan secara spontan.
    Tidak ada batasan jumlah / besarnya
    “ semakin banyak orang yang merasakan manfaat dari sedekah itu maka semakin besar pula pahala yang didapat orang yang melakukan sedekah”

    Beri sedekah berapapun yang penting ikhlas.
    QS Al Baqarah : 271
    “ jika kamu menampakkan sedekahmu maka itu baik, dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang orang fakir, maka itu jauh lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan kesalahanmu. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan”

    2. Sedekah juga bisa menjadi hukum yang bersifat lain apabila:

    1. Sedekah tersebut tujuannya / dimanfaatkan secara sengaja untuk kegiatan yang haram dan si pemberi sedekah mengetahui itu namun mengabaikannya . Maka sifat sedekahnya menjadi haram
    2. Sedekah tersebut digunakan untuk menyelamatkan kehidupan seseorang (yang bersifat menyangkut kelangsungan hidup si penerima sedekah) maka sifatnya menjadi wajib bagi orang yang memberikan sedekah apabila mengetahui hal tersebut.
    3. Sedekah yang ditujukan untuk membayar nadzar (janji kita kepada Allah) maka sifatnya wajib.
    QS Al Baqarah : 264
    “ wahai orang orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut nyebut nya dan menyakiti perasaan (penerima) seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir . perumpamaan nya (orang itu) seperti batu yang licin yang diatasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat maka tinggallah bau itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apapun dari apa yang mereka kerjakan dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang orang kafir.”

    Siapa yang berhak menerima sedekah ?
    “ orang tua, saudara , kerabat dekat yang perlu kita tolong, orang lain yang sangat membutuhkan”
    QS Al Baqarah : 215
    “ Mereka bertanya kepadanya (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah “ harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan” dan katakanlah apa saja yang kamu kerjakan maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui”

  3. @. kembali pd pertanyaan q yg ke 2.. Ada yg mengatakan bahwa,uang hasil judi tidak haram tapi yg haram adalah perbuatan judinya.. jadi jika kemudian uang itu disedekahkan maka ia akan tetap mendapat pahala.. bagaimana menurut anda?

    @ dari tulisan anda tentang perhitungan 10-1= 19.. Jika kita mengetahui hal itu, apa tidak akan mengubah niat kita dlm bersedekah? awalnya ikhlas ingin mendapat pahala tp kemudian berubah menjadi ingin mendapatkan keuntungan??

  4. Memang ada sebagian orang menyatakan Bahwa Uang hasil Judi itu Tidak Haram tetapi Yg di haramkan adalah perbuatan judinya itu..Logika sederhana Saja “Jika seorang melakukan perbuatan jelek apakah perbuatan jeleknya itu tidak mengikuti Hasilnya? jika tidak. —Apakah Hal itu bagus di mata Anda?—Bagaimana hasilnya bila perbuatan itu jelek lalu anda memberikannya kepada orang yang membutuhkan uluran Tangan Anda sedangkan perbuatan menghasilkan kejelekan itu? pernahkah terbersik di hati orang itu untuk terus melakukan meski dia tahu itu jelek?

    Bagi kita, umat Muslim judi jelas haram. Allah Swt. telah berfirman:

    “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,”(TQS. Al Baqarah [2]:219).

    Imam Jalalain menafsirkan ‘manfaat’ dari judi adalah perolehan harta yang tak terhingga bila menang berjudi. Meski demikian ‘mudlarat’ yang ditimbulkan dari judi melebihi manfaatnya. Dalam ayat lain Allah menjelaskan bahaya yang ditimbulkan oleh judi, yakni permusuhan dan kebencian. Mereka yang kalah biasanya marah en misuh-misuh pada lawan mainnya. Akhirnya muncullan kebencian dan permusuhan. FirmanNya:

    “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”(TQS Al Maidah [5]:91).

    Maka amat sesuai dengan fitrah manusia dan akal sehat bila kemudian Allah mengharamkan perjudian.

    “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”(TQS. Al Maidah [5]:90).

    2. 10-1= 19.. Jika kita mengetahui hal itu, apa tidak akan mengubah niat kita dlm bersedekah? awalnya ikhlas ingin mendapat pahala tp kemudian berubah menjadi ingin mendapatkan keuntungan??

    >Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat.

    Ini sebagai contoh dalam rumusan itu, “bahwa bila setiap orang jika bersedekah sudah pasti mendapatkan “keuntungan” — kalau dia ikhlas Hanya karena Allah semata..jika tidak? dia tidak mendapatkan “Apa-apa” selain hanya memberi saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s