Kematian, Sebuah Kepastian

Kematian adalah sebuah kepastian. Ketetapan yang jika telah datang waktunya, tak satu pun makhluk yang mampu menangguhkannya. Namun kematian bukanlah akhir kehidupan yang hakiki bagi seorang hamba. Setiap hamba hanyalah musafir yang akan kembali ke negerinya yang hakiki dan abadi di akhirat nanti. Dia akan kembali untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan dan ucapan yang telah dilakukannya di dunia. Kemudian dia akan mendapatkan balasan atas amalannya tersebut.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(Ali ‘Imran: 185)

 

Hamba yang sukses adalah mereka yang diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan rahmat dan keutamaan dari-Nya.

 

Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullahu berkata:

“Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dialah orang yang berhasil/sukses. Maknanya, dia mendapatkan kesuksesan yang agung, selamat dari azab yang pedih, dan berhasil meraih surga yang penuh dengan kenikmatan, yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.”

 

Adapun hamba yang merugi adalah mereka yang tertipu dengan dunia dan kenikmatan-kenikmatan semu yang ada di dalamnya, sehingga melupakannya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kematian setiap kita sebagai akhir yang penuh kebaikan , meninggalkan dunia dengan selamat menuju kehidupan akhirat yang penuh kebahagiaan.

 

 

Tema : Kematian,sebuah kepastian, Faidah Surat Ali Imran Ayat 185
Pemateri : Ustadz Maududi Abdullah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s