Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid I Dan II.

Cerita yang dituliskan oleh si penuding Duladi Samarinda (non muslim) adalah “Kisah perang Perang Khaibar Dan Wadil-Qudra” dengan mengutip riwayat dari Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam secara terputus-putus dengan mengedit dan menambahkan kejelekan prilaku serta akhlak Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam dalam ajaran Islam.  Sehingga apa yang kita baca dari hasil kutipan dibawah ini, seolah-olah ajaran Islam yang di bawah oleh Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam itu adalah ajaran rampok, tukang jagal dan penggila syahwat. Oleh karena itu untuk menjawab kasus tudingan ini. Maka referensi yang sama pun saya hadirkan untuk  meraji  dari kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid I dan II.  Sebagaimana penuding  sudah menukilkan kasus tersebut dan dijadikan bahan  referensinya yang bertujuan untuk menghancurkan/menfitnah  Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam  dengan cara-cara licik  dan akal bulus penuding.

Si Penuding  Menulis;

Agama yang pantas untuk manusia, juga bukan agama yang nabinya berperilaku sebagai TUKANG RAMPOK, TUKANG JAGAL & PENGGILA SYAHWAT:

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM jilid II  Halaman  306

Ibnu Ishaq berkata, “Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulu…llah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya.
Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya.

Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, ‘Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’

Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian reruntuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’

Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”

Sehabis membunuh Kinanah, Muhammad meniduri Shafiyah pada malam harinya, tanpa menunggu masa idda

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 306-309

Perihal Shafiyah binti Huyai bin Akhthab Radhiyallahu Anha

Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhasil menaklukkan Al-Qamush benteng milik Hishn bin Abu Al-Huqaiq, Shafiyah binti Huyai bin Akhthab dan wanita lainnya–dihadapkan kepada beliau. Bilal -orang yang mendatangkan keduanya- bersama keduanya melewati korban orang-orang Yahudi. Ketika wanita yang bersama Shafiyah melihat korban-korban tersebut, ia berteriak, memukul wajahnya, dan menumpahkan tanah ke atas kepalanya. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat wanita tersebut, beliau bersabda, ‘Jauhkan dariku wanita syetan ini!’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan Shafiyah berjalan di belakang beliau dan mengenakan baju beliau kepadanya. Kaum Muslimin pun paham bahwa beliau memilih Shafiyah untuk diri beliau sendiri. Beliau bersabda kepada Bilal, ‘Hai Bilal, sungguh kasih sayang dicabut darimu ketika engkau berjalan bersama dua wanita ini melewati korban-korban keduanya.’ Shafiyah -tadinya istri Kinanah bin Ar-Rabi’ Abu AI-Huqaiq- pernah bermimpi dalam tidurnya bahwa bulan jatuh ke pangkuannya, kemudian menceritakan mimpi tersebut kepada suaminya. Suaminya berkata, ‘Itu artinya engkau menginginkan raja Hijaz, yaitu Muhammad.’ Usai berkata seperti itu, suaminya menamparnya hingga matanya memar. Ketika Shafiyah didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bekas memar tersebut masih terlihat. Beliau menanyakan asal-muasal memar tersebut kepada Shafiyah, kemudian ia menceritakan kisah di atas kepada beliau.”

Resepsi Pernikahan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Shafiyah binti Huyai Radhiyallahu Anha

Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyelenggarakan pesta pernikahan dengan Shafiyah binti Huyai di Khaibar atau di salah satu jalan. Wanita yang merias Shafiyah binti Huyai untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menyisir rambutnya, dan merapikannya adalah Ummu Sulaim binti Milhan, ibu Anas bin Malik. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bermalam dengan Shafiyah binti Huyai di kemah beliau, sedang Abu Ayyub Khalid bin Zaid saudara Bani An-Najjar semalam suntuk menghunus pedang menjaga dan mengelilingi kemah beliau.

Keesokan harinya, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat Abu Ayyub di sekitar kemah, kemudian bersabda, `Ada apa denganmu wahai Abu Ayyub?’

Abu Ayyub menjawab, ‘Wahai Rasulullah, aku khawatir wanita ini (Shafiyah) mencelakakanmu, karena kita telah membunuh ayah, suami, dan kaumnya. Ia baru saja masuk Islam, jadi, aku khawatir ia mencelakakanmu.’

Para ulama meyakini bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, `Ya Allah, jagalah Abu Ayyub, sebagaimana ia semalam suntuk menjagaku’.”

Jawab:

Mari kita simak tulisan yang sebenarnya dari Sirah Nabawiyah itu sendiri?

Dari cerita/kutipan duladi diatas, itu di ambil topik dari  “Kisah perang Perang Khaibar Dan Wadil-Qudra” dimana poin-poin-nya disini saya akan lampirkan sampai kecerita yang dia maksud, berdasarkan jilid halaman tersebut!

Di mulai dari kisah sebagai berikut:

1.Latar belakang peperangan

2.Berangkat ke Khaibar

3. Jumlah pasukan Islam

4. Orang-orang Munafik mengadakan Kontak dengan yahudi

5. Jalan Menuju Khaibar

6. Beberapa peristiwa Yang terjadi di tengah perjalanan

7. Pasukan Islam Tiba di Pagar Khaibar

8. Persiapan untuk bertempur dan kondisi benteng-benteng Khaibar

9. Permulaan pertempuran dan penaklukan benteng Na’im

10. Penaklukan Benteng Ash-Sha’b bin Mu’adz

11. penaklukan Benteng Az-Zubair

12. penaklukan Benteng Ubay

13. Penaklukan Benteng An-Nizar

14. penaklukan Paroh kedua dari khaibar

15. Perundingan..

16. Terbunuhnya Dua Anak Abil Huqaiq karena Melanggar perjanjian

17. Pembagian Harta Rampasan

18. Kedatangan Ja’far bin Abu Thalib dab Orang2 Asy’ariyin

19. Pernikahan Dengan Shafiyah

20. Masalah Daging Domba yang disusupi racun

21. Korban di kedua belah pihak. 22. Fadak. 23 Wadil Qura. 24. Taima. 25 Kembali ke madinah. 26. Satuan Perang Aban Bin Sa’id.

Cerita yang di maksud penuding  ada di point 16 dan 19

Dari 26 topik  yang menjadi  point diatas adalah No  16 dan 19  dari topik inti yang dipelesetkan ! :

Kisahnya sebagai berikut

16. Terbunuhnya Dua Anak Abil Huqaiq karena Melanggar perjanjian

Sekalipun anak Abil Huqaiq sudah menyetujui perjanjian ini, toh dia masih menyembunyikan sejumlah harta. Dia menyembunyikan tempat-tempat minyak wangi yang berisi berbagai macam perhiasan milik huyai bin Akhthab, yang dulu di bawahnya ke khaibar ketika An-Nadhir ditumpas.

Ibnu Ishaq menuturkan, “Rasulullah Saw menemui Kinanah bin Ar-Rabi yang menyimpan harta simpanan Bani Nahdir. Beliau memintanya, Namun Kinanah menolak permintaan ini, Dengan alasan dia tidak mengetahui di mana harta itu di simpan. Tiba-tiba muncul salah seorng Yahudi yg berkata, “Aku tahu Kinanah mengitari bekas reruntuhan bangunan itu setiap pagi.”

Beliau bertanya kepada Kinanah, “Bagaimana jika aku membunuhmu jika ternyata harta benda itu bisa kami temukan?”

“Boleh,” Jawab Kinanah.

Maka beliau memerintahkan untuk memeriksa reruntuhan bangunan dan menggalinya. Ternyata harta benda itu memang ada di sana. Maka semua harta simpanan itu di keluarkan dan beliau meminta sisanya yg lain. Namun Kinanah tetap membandel. Maka beliau menyerahkan Kinanah Kepda Az-Zubair seraya bersabda, “Siksa dia sampai engkau dapat mengambil semua yg ada di tangannya!”

Kemudian beliau menyerahkan kepada Muhammad bin Maslamah. lalu dia memenggal leher Kinanah hingga meninggal, Sebagai pembalasan atas meninggalnya Mahmud bin Maslamah, yg terbunuh di bawah dinding benteng Na’im, setelah di timpuk batu penggiling dari atas, karena saat itu Mahmud sedang berteduh di pinggir benteng itu.

Ibnu Qayyim menyebutkan bahwa peristiwa Rasulullah Saw memerintahkan untuk membunuh dua Anak Abul Huqaiq, setelah di ketahui keduanya menyimpan harta benda yg semestinya di serahkan kepada beliau.

Beliau menahan Shafiyah binti Huyai bin Akhtab, yg saat itu baru saja melangsungkan pernikahan dengan Kinanah bin Abul Huqaiq.

19. Pernikahan Dengan Shafiyah

Seperti yg sudah disebutkan di atas, shafiyah di kumpulkan bersama para tawanan setelah suaminya, Kinanah bin Abul Huqaiq, dibunuh karena berkhianat. Setelah semua tawanan di kumpulkan, Muncul Dihyah bin Khalifah Al-kalbi, seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, berikan kepadaku seorang tawanan wanita!”

Beliau bersabda, “pergilah dan Ambilah!”

Setelah dia memilih Shafiyah binti Huyai, ada seorang menemui Nabi Saw seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau menyerahkan Shafiyah binti Huyai, putri Quraizah dan bani Nadhir kepada Dihyah? Shafiyah hanya pantas milik engkau.”

“Kalau begitu panggil dia bersama Shafiyah,” Sabda beliau.

Setelah Shafiyah binti huyai di hadirkan, beliau memandang dirinya, lalu bersabda kepada Dihyah, “Ambilah Tawanan Wanita Selainnya!”

Beliau menawarkan kepada Shafiyah agar masuk Islam, dan dia pun memenuhinya. Setelah memerdekakannya, beliau menikahinya. Ada pun Maskawinnya adalah pembebasan dirinya. Setiba di Ash-Shahba’ dalam perjalan ke madinah, ummu Sulaim merias Shafiyah, dan acara walimah di hidangkan Korma, makanan dari tepung, dan keju. Beliau berada disana selama tiga hari.

Pada saat-saat itu beliau melihat ada bilur-bilur Warna biru membekas di wajah Shafiyah. Beliau bertanya, “Ada apa ini?”

Shafiyah menjawab, “Wahai Rasulullah, sebelum engkau mendatangi kami, Aku bermimpi melihat bulan seakan-akan terlepas dari tempatnya dan jatuh di bilikku. Tidak, Demi Allah, aku tidak menyebut-nyebut diri engkau sedikit pun. Aku menceritakan mimpiku ini kepada suamiku, lalu dia menempeleng Wajahku.”

“Rupanya engkau dianugerahi kerajaan yang ada di Madinah,”sabda beliau.

Jadi jelaslah sudah kebohongan cerita yang dituliskan oleh si penuding tersebut.

-Selesai-

Ibhe Ananda

2 comments on “Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam jilid I Dan II.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s